Selasa, 29 Oktober 2013

Asyiknya mendapat penghasilan dari hobi

Sketsa-ku


Ya, sejak sekolah dasar aku hobi menggambar dan mengarang. Bahasa Indonesia dan Seni Rupa adalah dua mata pelajaran yang paling aku suka. Kemudian aku memadukan kedua hobiku itu dengan membuat komik. Di sela-sela mengerjakan PR matematika atau pelajaran lainnya, aku malah menggambar. tentu saja menggambar saat waktunya mengerjakan PR ini kulakukan diam-diam jangan sampai ketahuan ibuku.

Sketsa-ku juga ^_^


Semakin lama, keahlian menggambarku semakin baik. Hingga akhirnya selepas SMA, aku memutuskan kuliah di jurusan arsitektur. Kuliah yang menyenangkan. Karena banyak sekali tugas menggambar sesuai dengan hobiku, walau aku sempat merasa minder. Saat SD, SMP dan SMA hasil karya seni rupaku menjadi yang terbaik. Namun saat berkumpul dengan sesama mahasiswa-mahasiswi yang semuanya pandai menggambar, ternyata keahlian menggambarku belum ada apa-apanya. Apalagi di jurusan arsitektur, kami tidak hanya dituntut mampu menggambar dengan hasil yang bagus, juga harus mampu membuat konsep rancangan bangunan dengan baik. Belum lagi harus menguasai matematika, fisika bangunan dan penghitungan struktur. Huft, inilah yang membuatku sempat ketar-ketir semasa kuliah. Walau mata kuliah terberat tentu saja Perencanaan Arsitektur dan ujian akhir.

Hasil rancanganku dengan 3D Max.
Nggak mahir menggambar dengan 3D Max
Walau lama kelamaan kuliah arsitektur terasa berat, akhirnya aku berhasil lulus juga sesuai jadwal. Sesudah lulus, tak mudah mendapatkan pekerjaan sebagai arsitek. Aku harus terdampar dulu di sebuah perusahaan kontraktor pertambangan emas Pongkor. Seminggu sekali aku harus cek lokasi ke Gunung Pongkor, Leuwiliang, Bogor.  Di sana hanya aku satu-satunya yang arsitek. Aku sering diledek kesasar. Karena aku dikelilingi insinyur-insinyur sipil dan pertambangan.

Tapi kujalani saja pekerjaanku itu dengan senang hati. Kuanggap salah satu bentuk mendapat pengalaman yang belum tentu akan dialami calon-calon arsitek lainnya. Sampai kemudian aku merasa petualanganku di pertambangan emas ANTAM itu sudah saatnya diakhiri.

Kemudian aku mencari pengalaman lain. Hingga merasakan menjadi arsitek sekaligus drafter di sebuah perusahaan desain kecil-kecilan. Sungguh-sungguh kecil-kecilan karena proyek-proyeknya pun kecil-kecil. Seputar renovasi rumah. Bosan di sini, aku pindah ke perusahaan konsultan desain arsitektur lainnya yang kuharap lebih baik dari sebelumnya. Tapi ternyata siapa duga, baru tujuh bulan bekerja di sana, bosku mendadak berubah pikiran ingin menjadi petani cabai. Terkejut, tapi aku tak bisa mengelak dari kenyataan ini. Pilihanku hanya dua, berhenti bekerja atau tetap bekerja sebagai pengawas pertanian cabai. Aku tak punya pilihan lain, saat itu aku tahu, tidak mudah mendapat pekerjaan baru. Jadilah aku terdampar di pertanian cabai di daerah Megamendung selama tiga bulan.

Aku tidak menyesali pengalamanku di pertanian cabai itu. Banyak sekali kejadian seru yang kualami di sana. Malah menjadi inspirasi sebuah novel yang akan terbit bulan Mei 2014 nanti. Hm, diam-diam aku mulai memikirkan pengalamanku di pertambangan emas Gunung Pongkor untuk kujadikan novel juga ;)

Bosan berada di pertanian cabai, aku kembali ke Jakarta dan kembali mencari pekerjaan sebagai arsitek. Akhirnya keberuntungan berpihak padaku. Aku mendapatkan pekerjaan idamanku. Di sebuah perusahaan konsultan desain arsitektur yang lebih besar dari sebelumnya. Aku terlibat dalam proyek-proyek yang cukup besar. Kebanyakan proyek pembangunan gedung pemerintah. Seperti Gedung ESDM, gedung Sekretariat Negara, gedung-gedung pemerintahan di Jogja. Sungguh pengalaman seru yang menambah wawasan dan keahlianku. Dua tahun aku bekerja di sini saat satu hal membuatku memutuskan mundur.

Begini deh kira-kira rumah rancanganku.
Biasanya aku melukis manual, ini dengan 3D max.
Aku kurang mahir 3D max

Okay, kali berikutnya aku mencoba pengalaman bekerja di sebuah kontraktor terkenal. Aku mendapat kesempatan ikut terlibat dalam Proyek Mal Pluit Junction yang dikerjakan kontraktor Adhi Karya. Dulu, aku sangat mengidamkan bisa bekerja di Adhi Karya. Akhirnya berhasil juga. Tapi siapa sangka, bekerja di lapangan setiap hari ternyata berat juga. Jam kerja sangat panjang. Dari pukul 8.30 pagi hingga paling cepat pukul 10.00 malam. Seringkali aku pulang pukul 12.00 malam. Rasanya sesampai di rumah aku tak sanggup mengerjakan yang lain karena paginya harus segera bersiap berangkat ke proyek lagi.

Baru tiga bulan aku bekerja di proyek Adhi Karya itu, aku mendapat tawaran bekerja di Dunkin Donut. Satu hal yang membuatku akhirnya memutuskan menerima pekerjaan menjadi arsitek untuk divisi pengembangan bangunan Dunkin Donut, karena di sini jam pulang kerja hanya sampai pukul 6.00 sore. Asyik kan?

Sayangnya, di Dunkin Donut pun aku tak bertahan lama. Hanya enam bulan, kemudian aku pindah ke perusahaan Konsultan arsitektur lagi, Envirotec. Ini konsultan desain yang mengerjakan desain Kota Casablanca. Lumayan, aku pernah ikutan terlibat membuat gambar kerjanya ^_^

Ya, ya ... banyak sekali pengalaman yang sudah kudapat. Hingga tiba-tiba saja aku merasa bosan menjadi pegawai dan bosan menjadi arsitek. Ini gawat sekali. Bagaimana aku bisa mempertanggungjawabkan keputusanku ini pada kedua orangtuaku? Tapi rasanya memang aku sungguh-sungguh bosan ...

Pada saat yang bersamaan, perusahaan terakhirku terkena masalah. Aku pun terpaksa berhenti sekaligus aku berhenti mengirim surat lamaran ke perusahaan mana pun ... aku memutuskan ingin punya usaha sendiri ... keputusan nekat tapi tetap keukeuh kujalani.

Kulupakan ijazah arsitektur-ku, aku memutuskan membuka usaha membuat sepatu lukis. Yup, aku kembali pada hobi lamaku, menggambar.






Melukis ini saat ngefans sama Kang Ji Hwan ^_^


Inilah sebagian hasil sepatu lukis yang kulukis sendiri. Ternyata aku sudah melukis lebih dari 200 sepatu. Alhamdulillah, pembeli sepatu-sepatuku mengaku puas dengan hasil lukisanku. Walau pun usaha melukis sepatu ini juga sempat mengalami tantangan berat berliku yang hampir membuatku putus asa. Tapi karena aku suka melukis, maka aku terus melukis.

Sambil sibuk bekerja di bidang yang berhubungan dengan arsitektur, aku tetap menulis. Cerpen pertamaku dimuat di majalah remaja tahun 2005. Sejak itu menulis dan menggambar menjadi dua hal yang kukerjakan seiring sejalan. Bahkan setelah aku sibuk merintis usaha sepatu lukisku, aku tetap menulis.

Ah, sampai kemudian karena tantangan menulis sebuah novel membuatku berhenti melukis ...

Ya, setelah novel pertamaku "Saranghaeyo" terbit, aku tidak bisa berhenti menulis. Aku menulis terus sejak akhir tahun 2010 hingga sekarang. Sampai kemudian terbit novel-novelku selanjutnya, Four Seasons Of Love, Sweet Sonata, Sakura Wish, Cinta Bersemi di Putih Abu-Abu, Cinta yang Sempurna, Tahajud Cinta di Kota New York, Jojoba, Amsterdam Ik Hou Van Je, Heart Latte, Longest Love Letter ...

Dan selanjutnya akan terbit novel-novelku yang lain. Sampai tahun depan aku berencana menulis. Entah kapan aku akan melukis lagi. Kesibukan menulis membuatku tak sempat lagi memenuhi pesanan-pesanan melukis sepatu yang masih kerapkali datang.

Kali ini aku memilih menekuni hobiku yang satu lagi, menulis. Saat ini aku sangat menikmati pekerjaanku yang tidak tunduk pada bos mana pun. Aku bekerja dengan aturanku sendiri selain aturan yang telah ditentukan penerbit karyaku.

Aku mengerjakan hobi sekaligus mendapat uang dari hobiku ini. Asyik kan?

How wonderful life ... ^_^

Yuk, teman-teman, jangan putus asa bekerja keras, terus berusaha mencapai cita-cita. Jangan ragu mencari apa sesungguhnya passion-mu, yang akan membuatmu bergairah menjalani hari-harimu sekaligus terus menghasilkan karya.

Di sela-sela menulis, terkadang aku iseng bikin sketsa. Menggambar tetap deh nggak bisa ditinggalkan :)

Lukisanku untuk lomba ilustrasi majalah Story. Nggak menang sih ^_^

Untuk ilustrasi buku anak ^_^

Ehm ...
Saat ngefans sama Spiderman ^_^
Nah, kalau sekarang, aku lebih fokus menjadi penulis novel. Ini beberapa novel dan bukuku yang sudah terbit. Ada yang diterbitkan Zettu, DeTeens, Grasindo dan Adibintang. Tahun ini akan ada beberapa novelku yang terbit di penerbit idamanku. Tunggu kabar selanjutnya yaaa ^_^

Novelku yang sudah terbit ^_^

My books ^_^


~ oOo ~

6 komentar:

  1. Arumi, kamu salah satu inspirator... ini keren, cukup lowprofil, dan tetaplah low pro ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Amalia sudah berkenan mampir blog-ku ^_^. Senang jika tulisan ini bisa sedikit memberi inspirasi. Intinya sih, terus kerja keras dan pantang menyerah. Suatu saat kita akan menemukan pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan hati kita. Semangat ya ^_^

      Hapus
  2. Keren, Kak. Sukaaa! ^_^ Sangat menginspirasi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih ya Susi sudah baca. Semoga ikut semangat juga mengejar cita-cita ya ... Nanti ada kisahnya petualangan pemuh haru biru dan perjuangan berat bekerja di pertanian cabai, menjadi inspirasi novel karyaku yang akan terbit bulan Mei 2014. Kemungkinan judulnya "Cahaya di Balik Kabut" ^_^

      Hapus
  3. Kereeennn.. emang menyenangkan klo hidup yang dijalanin sesuai dengan hobii :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, benar sekali Wardah. Segala tugas jadi nggak terasa berat, kita mengerjakannya dengan senang hati. Makasih ya sudah mampir blog-ku ^_^

      Hapus