Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 Juli 2012
Jangan Jatuh Cinta Padanya
By Arumi Ekowati
Jangan jatuh cinta padanya
Ingat perihnya kisah terdahulu,
bagai sembilu bermata seribu,
mengiris halus jantung ranummu
Jangan jatuh cinta padanya
seperti yang sudah-sudah,
berakhir di sudut kamarmu,
dalam letupan sedu sedan tak berkesudahan
Jangan jatuh cinta padanya
indahnya hanya sekejap,
lalu kau ratapi kebodohanmu
Jangan jatuh cinta padanya
bekukan saja hatimu,
biarkan sedingin puncak gunung Himalaya
Jangan jatuh cinta padanya
kecuali kau yakin sanggup menanggung akibatnya!
Pondok Sambi,
00.30, 13 Juli 2010
NB : ini contoh puisi mbeling bukan ya? ^^
Kamis, 19 Juli 2012
Konspirasi Otak dan Hati
By Arumi Ekowati
Rasa itu datang tanpa permisi
Menelusup masuk perlahan namun pasti
mencemari hati nan perawan
Mengubah si lugu
menjadi mahir bermuslihat
mencipta beribu alasan
untuk sekedar menyapanya
"Selamat pagi, pagi ini jalanan macet sekali."
basa basi basi
"Selamat siang, mari makan siang."
basa basi basi
"Selamat sore, jangan lupa sholat ashar."
basa basi yang kali ini tidak basi
"Selamat malam, jangan tidur terlalu malam."
basa basi bermakna harap
sekelumit bayangku mampir dalam mimpinya
Otak memutar otak
Hati bergejolak
Berkonspirasi mencari-cari alasan
untuk sekedar menyapanya
"Selamat ulang tahun, semoga sehat selalu, panjang umur, banyak rejeki dan cepat dapat jodoh."
Ini sungguh bukan basa basi
"Terima kasih."
hanya itu jawabnya
basa basi basi
Otak dan hati kehabisan akal
Lelah berkonspirasi, enggan berbasa basi lagi
Pondok Sambi,
14 Juli 2010
NB: puisi mbeling...ling...ling...(apakah ini bisa disebut puisi?)
Selasa, 02 Februari 2010
KARMA
Senin, 18 Januari 2010
Menanti realisasi sebuah janji

Ku impikan diriku berdiri di tepi pantai pasang
Kubiarkan pasir putih pantai menenggelamkan kedua telapak kakiku yang telanjang
Angin laut menghentak menampar wajah dan tubuhku
aku bertahan, aku tak tergoyahkan
Tak beranjak aku,
dari memandang mimpiku yang jauh di cakrawala
Ku impikan kau datang
menyambut uluran tanganku, kau genggam erat
lalu sesudah basa-basi itu
kau janjikan tak kan tinggalkan aku
kau janjikan jadi penjaga hatiku
Ku masih berdiri di pantai ini
kaki-kakiku semakin tenggelam dalam penantianku akan janjimu...
sebuah puisi sederhana oleh Arumi
Langganan:
Postingan (Atom)