Minggu, 21 Agustus 2016

Nonton Bareng "3 Srikandi" bersama Ibu Nurfitriyana Saiman

Mendapat undangan nonton bareng "3 Srikandi" bersama AMG di CVG Blitz Pacific Place tentu tidak akan kutolak. Selain memang aku ingin melihat film ini, dalam acara ini juga bisa bertemu langsung dengan Ibu Nurfitriyana Saiman asli yang dalam film diperankan BCL.

Acara berlangsung Jumat, 19 Agustus 2016 pukul 19.00 WIB sampai selesai.





Selain mendapat tiket gratis, ternyata mendapat popcorn dan air mineral juga. Lumayan banget yaaa ^_^

Sejujurnya daya tarik film ini yang membuatku ingin menontonnya adalah karena ada Reza Rahadian yang ikut berperan. Aku selalu suka menonton aktingnya, selain karena penampilan Reza enak dilihat.

Nunggu di lobi Blitz Pasific Place

Reza berperan sebagai Robin Hood Indonesia, Donald Pandiangan. Seorang atlet panahan dengan prestasi cemerlang, punya metode melatih yang unik dan beda.
Biasa dipanggil Bang Pandi. Karena politik, Bang Pandi gagal ikut Olimpiade Barcelona, sejak itu karena sakit hati dan kecewa, beliau mundur dari dunia panahan, bersembunyi entah di mana.

Hingga kemudian tim atlet panahan putri membutuhkan pelatih. Bang Pandi pun dicari. Awalnya Bang Pandi menolak tawaran melatih. Dia masih marah dengan kejadian dulu. Tapi kemudian dia tergerak untuk melatih dengan syarat dia harus diperbolehkan memakai metode melatih sendiri. Termasuk memilih tempat di pelosok Sukabumi yang jauh dari keramaian.

Nurfitriyana diperankan BCL, Lilis Handayani diperankan Chelsea Islan dan Kusuma diperankan Tara Basro, terpilih untuk masuk tim panahan putri yang akan digembleng untuk mengikuti Olimpiade di Seoul.

Menarik karena masing-masing atlet punya permasalahan sendiri-sendiri. Mereka berasal dari daerah yang berbeda-beda, tapi berlatih bersama membuat mereka menjadi dekat. Aku selalu suka dengan cerita persahabatan perempuan-perempuan yang saling dukung dan saling peduli.

Chelsea Islan yang berperan sebagai Lilis paling menarik perhatian saya. Tidak menyangka, akting Chelsea semakin matang. Setelah menjadi gadis Polandia di Rudy Habibie, Chelsea bisa menjelma menjadi gadis Surabaya dengan logat yang masih kental khas daerah. karakternya di sini lucu, ceria dan hobi bicara. Lilis ini yang sering membuat penonton tertawa.

Yang juga menarik dari film ini, penonton diajak bernostalgia ke tahun 80-an. Lagu-lagu top kala itu pun diputar, juga bahasa gaul anak kota zaman itu, seperti sebutan bokap, doi. Ada lagu KLA Project, Ruth Sahanaya, lagu Ratu Sejagad dan Film Catatan Si Boy.

Reza seperti biasa bermain apik. Walau pun di beberapa bagian ekspresinya mirip Rudy di film Rudy Habibie, tapi tetap okelah berperan jadi pelatih yang super galak dan disiplin.

Yang menarik dari acara nonton bareng ini, kebetulan aku beruntung mendapat tempat duduk di sebelah Ibu Nurfitriyana. Pertama kalinya aku bertemu beliau. Saat film berakhir, aku ikut meneteskan airmata haru, lalu langsung menyalami Ibu Yana, mengucapkan terima kasih karena telah membuat Indonesia bangga dengan pencapaiannya itu.

Buat yang belum nonton, ayo nonton. Swear deh, filmnya menghibur. banyak adegan yang bikin tertawa melihat tingkah 3 Srikandi yang terkadang masih sering mencuri-curi keseoatan bersenang-senang, tapi selalu diketahui Bang Pandi.

Ada juga kisah asmara dan haru di sela-sela cerita perjuangan mereka berlatih keras. Selamat menonton yaaa ^_^