Laman

Minggu, 09 September 2012

Teknik Menulis "Fast Paced"


Pernahkah mendengar teknik menulis cerita fiksi fast paced?

Ini definisinya :

(1) Novel dengan jalan cerita yg cepat. Maksud 'cepat' di sini bukan terburu2, tapi 'cepat' yg bisa bikin pembaca tertarik untuk terus membaca dan nggak bosan,

(2) Novel fast paced biasanya memunculkan pertanyaan dalam bab-bab untuk membuat pembaca penasaran dan mau membuka bab selanjutnya,

(3) Hindari keterangan berpanjang2, kalimat2 panjang tidak efektif, dan dialog basa-basi. dialog sebaiknya to the point dan berhubungan dengan masalah yg sedang diceritakan,

(4) Setiap 3-4 bab bikin action besar yang membuat pembaca seru/kaget/surprise,

(5) Setelah action besar, perlambat sedikit jalan cerita agar pembaca tidak ngos2an,

(6) Supaya lebih paham, baca langsung fast-paced novel seperti Hunger Games (Suzanne Collins), Percy Jackson (Rick Riordan), Da Vinci Code (Dan Brown), Kite Runner (Khaled Hosseini), genre thriller/misteri/action biasanya juga fast paced.

Di Amerika Serikat, penulis-penulis yang masuk kategori powerhouse (superbestseller dan superproduktif) biasanya menerapkan fast-paced dalam novel2nya. Contoh: James Patterson, Tom Clancy, Dean Koontz, Janet Evanovich, John Grisham

Yg perlu diingat:
Fast paced bukan berarti terburu-buru.
Fast paced bukan berarti jumlah halaman sedikit.
Fast paced bukan berarti full action non-stop, terlalu banyak action bisa-bisa malah membuat pembaca mabuk.
Fast paced bukan berarti harus ada kejar-kejaran antara si A dan B, pembunuhan, atau tonjok-tonjokan

INTI fast paced adalah: novel yg penuh pertanyaan-pertanyaan yg membuat penasaran pembaca sehingga ingin terus membaca sampai halaman terakkhir.

Konon katanya, kalau ingin jadi penulis powerhouse, tulislah novel fast paced ^_^


Sumber : Ernita Dietjeria, penulis cerita anak, tinggal di Iowa City




Tidak ada komentar:

Posting Komentar