Laman

Minggu, 13 Maret 2011

Tahun 2010, Tahun terima kasih

Apa yang bisa kusebut tentang tahun 2010 yang baru saja kita tinggalkan? Bagiku adalah tahun terima kasih. Walau statusku masih belum berubah, tetep single and very happy, tapi begitu banyak pihak yang membantuku melebihi dari yang aku harapkan.

Setelah tahun sebelumnya, 2009, rasanya menjadi tahun yang paling kelam, jatuh bangun beradaptasi dengan keputusanku sendiri mengubah profesi dari menjadi orang gajian menjadi orang yang harus mampu menggaji dirinya sendiri.

Awal tahun 2010, aku masih tak tahu apa yang ingin aku kerjakan. Tapi dimuatnya cerpenku berturut-turut di awal bulan Januari, satu di majalah Kawanku dan satunya di Kompas Anak, mulai memberikan titik terang bahwa aku harus mulai menulis lebih banyak lagi. Apalagi kemudian aku bertemu kembali dengan Achi TM teman yang dulu sama2 menggali ilmu kepenulisan, bedanya Achi telah menjadi penulis hebat, sementara aku masih baru memulai lagi. Achi lah yang pertama meyakinkan aku untuk berani mulai membukukan karyaku yang selama ini hanya baru berupa cerpen. Maka aku pun ikut serta dalam proyeknya, Kolase.

Dengan kerja keras bersama semua teman yang terlibat dalam Kolase, pada bulan Juni akhirnya Kolase lahir. Senangnya bukan main. Dan anehnya, rasanya itu menjadi pencetus pertama untuk lahirnya buku-bukuku selanjutnya, berturut-turut terbitlah antologiku yang lain, Anak Kos Gokil, Crazy Moment, Lovely Ramadhan, dan di penghujung tahun Be Strong #5.

Sungguh tak menyangka aku bisa mencapainya, karena semua itu mengalir begitu saja tak kubayangkan akan terjadi ketika memasuki awal tahun 2010 dulu. Apalagi kemudian cerpen-cerpen yang sudah kutabung di tahun 2009, bermunculan berturut-turut dimuat di majalah TEEN, STORY, SAY dan majalah BOBO, total cerpenku yang dimuat mencapai 16 cerpen selama tahun 2010. Lumayanlah untuk aku yang masih pemula ini.

Selain itu, sudah berapa banyakkah sepatu lukis yang telah kubuat? Tak pernah kuhitung, rasanya sudah hampir mencapai seratus lebih, aku bisa melihatnya dari foto-foto sepatu lukis yang kupajang di albumku di FB. Pun sudah berkelana ke mana-mana, Bogor, Sukabumi, Garut, Cirebon, Semarang, Jogja, Solo, Kebumen, Kediri, Surabaya, Medan, Balikpapan, Samarinda, Makassar hm, dan kemana lagi yaaa... tak pernah kuhitung. Bahkan ada juga sepatu lukisku yang sampai ke Amsterdam, Holland (karena dipesan oleh sepupuku yang tinggal di sana, dan katanya semua temannya yang melihatnya berkomentar : “Your shoes is so cuteeee!!”, tapi sayangnya cuma komentar doang ga ada yang ikutan pesen, hehehe).

Maka tahun 2010 adalah tahun aku berterima kasih pada banyak teman yang telah mendukungku dalam semua pencapaianku ini, rasanya pasti tak cukup bila kusebutkan satu persatu. Begitu banyak yang telah membantuku, jika teman-teman membaca noteku ini, pasti tahu bahwa terima kasih ini kusampaikan untuk teman-teman. Yang telah memberikan selalu dukungan, yang telah memesan sepatu lukis hasil karyaku. Ah, daftarnya akan terlalu panjang jika kutulis di sini.

Terima kasih kepada Allah SWT tentunya atas segala karunia ini. Terima kasih kepada kedua orangtuaku dan kedua adikku yang selalu mendukung apa saja kegiatanku karena mereka percaya aku bisa

Terima kasih untuk teman-teman semua yang telah berkenan menjadi temanku, yang selalu memberiku semangat untuk terus maju dan percaya bahwa aku bisa jika mau.Semoga pertemanan kita akan terus berlanjut di tahun ini, bahkan mungkin lebih erat lagi. (Hehehe, terima kasihnya panjang banget lagaknya kayak menang oscar... ^_^ )

Lalu apa tekadku tahun ini? Menerbitkan buku dan memuat cerpen lebih banyak lagi? Insya Allah. Turun sepuluh kilo? Masih tetep. Dan tentu saja ingin segera pensiun jadi single(gimana caranya, ya??? ^_^ )

Biar kujalani saja tahun ini dengan semangat untuk selalu menghasilkan karya dalam bentuk apa pun asalkan positif. Hasilnya bagaimana? Biarkan waktu yang menjawab...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar